Teruntuk kau,
yang pernah menemani dirintikan hujan malam itu
ya, hanya hujan, kita, kau, dan aku
ku tautkan hati pada rasa yang tak menentu
barangkali ada banyak kebebasan yg bisa kumiliki
tapi pada malam itu, ku biarkan salah satu kebebasan itu terpenjarakan
Ketika kucoba membuka mata di fajar pagi
sungguh, masih terpenjarakan
ada apa dibalik kesunyian ?
merayu ketegaran untuk jatuh hati pada malam itu
kutuliskan dalam secarik kertas putih
tapi tak mampu kutitipkan pada angin
dikolong langit, aku memilih bungkam
diam sembari menahan rindu
ini tak layak ku ucapkan
hati kita berbeda, dan takkan sama
kutitipkan rindu ini pada sebuah gitar bolong
entah akan menjadi harmoni yang indah
ataukah menjadi nada sumbang
alunan nada yang (kuharap) bisa kau dengarkan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar