Dipenuhi kendaraan yang melintas silih berganti
Dibawah teriknya matahari yang terasa menyengat
Ku coba goreskan pena disecarik kertas putih
Tentang negeriku ini . . .
Dipersimpangan jalan
Kulihat anak-anak bangsa menapaki hidupnya
Dengan mengharapkan belas kasihan dari pengguna jalan
Pancaran matamu suram kawan . . .
Aku ingin mendekatimu
Seraya bertanya, apa yang sedang kau pikirkan ?
Memikirkan nasib hidupmu esok hari ?
Dipersimpangan jalan
Kulihat gedung putih nan indah berdiri kokoh
Kulihat sedan-sedan mengkilap bejejeran disana
Aku ingin mengunjungi gedungmu
Seraya bertanya, apa yang sedang kau tulis ?
Sibuk tulis siapa yang akan dimakan besok hari ?
Rakyatmu diluar sana berpeluh keringat
Tak tahu apa masih ada yang dimakan besok hari
Rakyat bersemangat
Wakil rakyat tersenyum
Wakil rakyat dapat kursi, duduk digedung mewah
Rakyat dapat apa ?
Apakah ini Indonesia ?
Apakah ini negeriku ?
Apakah ini negeriku ?
Hatiku bertanya-tanya
Dipersimpangan jalan . . .
jangan pesimis sarinah,
BalasHapuskita harus optimis untuk pembaruan.
untuk revolusi.
simpangnya ada berapa?
BalasHapus