Selasa, 08 Oktober 2013

DI PERSIMPANGAN JALAN

Suatu hari dipersimpangan jalan
Dipenuhi kendaraan yang melintas silih berganti
Dibawah teriknya matahari yang terasa menyengat
Ku coba goreskan pena disecarik kertas putih
Tentang negeriku ini . . .

Dipersimpangan jalan
Kulihat anak-anak bangsa menapaki hidupnya
Dengan mengharapkan belas kasihan dari pengguna jalan
Pancaran matamu suram kawan . . .
Aku ingin mendekatimu 
Seraya bertanya, apa yang sedang kau pikirkan ?
Memikirkan nasib hidupmu esok hari ?

Dipersimpangan jalan
Kulihat gedung putih nan indah berdiri kokoh
Kulihat sedan-sedan mengkilap bejejeran disana
Aku ingin mengunjungi gedungmu 
Seraya bertanya, apa yang sedang kau tulis ?
Sibuk tulis siapa yang akan dimakan besok hari ?
Rakyatmu diluar sana berpeluh keringat
Tak tahu apa masih ada yang dimakan besok hari

Rakyat bersemangat
Wakil rakyat tersenyum
Wakil rakyat dapat kursi, duduk digedung mewah
Rakyat dapat apa ?
Apakah ini Indonesia ?
Apakah ini negeriku ?
Hatiku bertanya-tanya
Dipersimpangan jalan . . .

2 komentar:

  1. jangan pesimis sarinah,
    kita harus optimis untuk pembaruan.
    untuk revolusi.

    BalasHapus
  2. simpangnya ada berapa?

    BalasHapus